Kita hidup di dunia ini penuh dengan liku-liku. Tidak semua yang kita rencanakan akan berjalan sesuai keinginan kita. Dari sini, kita dapatkan sebagian manusia menjerumuskan dirinya dalam kebinasaan dikarenakan musibah yang menimpanya. Tidak jarang diantara mereka ada yang mencela taqdir dan ketentuan Allah. Bahkan lebih parah lagi -dan kita berlindung kepada Allah darinya- sebagian manusia terjerumus pada penyimpangan terbesar berupa kesyirikan kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Adapun orang yang beriman, maka mereka paham sepenuhnya, bahwa ujian dan bencana yang Allah timpakan kepadanya adalah bagian dari sekian banyak ujianNya. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah bersabda:

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya maka Allah akan menyegerakan balasannya di dunia, dan apabila Allah menginginkan kejelekan kepada hamba-Nya maka Allah akan menunda balasan dari dosanya, sampai Allah sempurnakan balasannya di hari kiamat.” (HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik, lihat Ash-Shahiihah no.1220)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallaahu anhu bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: ”Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hinggga duri yang menusuknya melain-kan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.” (HR. Bukhari)

Itulah salah satu hikmah dari musibah, bencana dan kesulitan hidup yang kita alami. Berbagai kenikmatan ada di belakangnya. Oleh karena itu hiduplah dengan penuh optimisme. Jadilah sekokoh karang dilautan, yang tetap kokoh sekalipun badai dan gelombang menerpanya setiap hari. Bahkan, jadilah lebih kokoh dari batu karang itu. Mintalah keteguhan dan berihtisablah kepada Allah saat musibah melanda.

Katakanlah dengan penuh ketegaran kepada semua musibah itu, baik itu berupa rasa sakit, kehilangan harta, kehilangan kasih sayang, kesempitan hidup, atau bahkan ketika kehilangan sesorang yang sangat kita cintai “Semua itu datangnya dari Allah dan akan kembali kepadaNya”. Katakan kepada musibah: “Wahai musibah, aku punya Allah tempat aku mengadukan semua urusanku. KepadaNya aku bertawakkal, tidak ada daya dan kekuatan melainkan dariNya”

Terakhir, yakinlah dengan sepenuh hati, bahwa apa saja yang menimpa kita di dunia ini, semua adalah ujian Allah. Baik itu berupa kebahagiaan maupun kesedihan. Bahkan kehidupan dan kematian itu adalah ujian bagi kita.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
“Dia lah yang menjadikan kematian dan kehidupan, agar Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang paling baik amalannya”. (QS. Al-Mulk : 2)

Wallahu a’lam bish showwab