Sihir, Sejarah dan Hukumnya

Leave a comment

Sihir, Sejarah dan Hukumnya

Tentang masalah hakikat sihir ini dijelaskan dalam Al-Qur’anul Karim yang berbunyi :
“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaithan-syaithan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman itu tidak kafir tidak mengerjakan sihir) hanya syaithan-syaithan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir. Maka mereka mempelajari sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat.” (Al Baqarah 102).

Sejarah Timbulnya Sihir

Disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir yang menukil riwayat dari As Sudi bahwa beliau berkata: Dahulu kala syaithan-syaithan naik ke langit untuk mencuri kabar yang disampaikan oleh para malaikat tentang sesuatu yang akan terjadi di muka bumi berupa kematian, ilmu ghaib dan perintah Allah. Lalu kabar tersebut disampaikan kepada para dukun dan ternyata kabar tersebut banyak terjadi sehingga para dukun membenarkan apa yang disampaikan oleh syaithan. Setelah syaithan mendapatkan pembenaran, mereka mencampur-adukkan satu kenyataan dengan tujuh puluh kedustaan. Kemudian menyebar isu di kalangan Bani Israil bahwa ia mampu mengetahui ilmu ghaib sehingga tidak sedikit di antara manusia terpedaya dan tertipu.
Namun Allah memberitahukan kepada Nabi Sulaiman as. tentang tipu daya syaithan tersebut, lalu Nabi Sulaiman as. memendam seluruh catatan kalimat di bawah kursi kerajaan dan tidak ada satu syaithanpun yang mampu mendekatinya. Setelah Nabi Sulaiman as. meninggal, syaithan berubah wujud seperti manusia dan berusaha mengeluarkan catatan tersebut dari bawah kursi Sulaiman as. kemudian dia mengatakan kepada manusia: “Apakah kalian ingin mendapatkan harta karun yang tidak pernah terbayang.” Maka syaithan menunjukkan sihir yang dipendam oleh Nabi Sulaiman as. di bawah kursinya lalu dipelajari oleh manusia dari zaman ke zaman.

Sebab-sebab Turunnya Ayat Sihir

Pada zaman Nabi Muhammad saw. tersebar tuduhan di kalangan orang-orang Yahudi bahwa Nabi Sulaiman as. mengajarkan sihir begitu pula malaikat Jibril dan Mikail, lalu turun ayat di atas sebagai bantahan terhadap tuduhan itu. Yang benar adalah bahwa Nabi Sulaiman u tidak pernah mengajarkan sihir apalagi sebagai tukang sihir, begitu pula kedua malaikat Jibril dan Mikail.

Hukum Dan Kedudukan Sihir

Sihir adalah perkara syaithaniyah yang diharamkan dan bisa merusak atau membatalkan serta mengurangi kesempurnaan aqidah, karena sihir tidak terjadi kecuali dengan kemusyrikan.
Sihir secara bahasa adalah sesuatu yang halus dan lembut. Dan menurut istilah syareat sihir berupa jimat, santet, tenung, mejik atau ramuan-ramuan yang mampu memberi pengaruh secara fisik seperti sakit, membunuh atau memisahkan antara suami dengan isteri dan pengaruh secara rohani seperti gelisah bingung atau menghayal. Dan pengaruh terhadap mental contohnya adalah gila, stress atau gangguan kejiwaan yang lain. Ini berdasarkan kenyataan yang terjadi dimasyarakat dan diketahui orang banyak.

Sihir Tergolong Syirik Dari Dua sisi

Pertama, karena sihir mengandung unsur meminta pelayanan dari syaithandan ketergantungan dengan mereka melalui sesuatu yang mereka cintai agar syaithan tersebut mengajari kepada mereka tentang sihir, sehingga sihir adalah syaithan sebagaimana firman Allah : “Tetapi syaithan-syaithan itulah yang kafir (mengerjakan sihir) mereka mengajarkan sihir kepada manusia”. (Al Baqarah 102).
Kedua, sihir mengandung unsur pengakuan terhadap ilmu ghaib dan pengakuan berserikat dengan Allah swt. dalam perkara ghaib. Ini jelas-jelas sebagai suatu perbuatan kufur, sebagaimana firman Allah: “Katakanlah, tidak seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”. (An Naml 65).
Dan ilmu ghaib tersebut tidak diperlihatkan kepada makhluk kecuali hanya kepada para rasulnya sebagaimana firman Allah swt. : (Dia adalah Rabb) Yang mengetahui yang ghaib maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu kecuali kepada yang diridhainya. (Jin 26-27).
Di antara hal yang perlu diwaspadai adalah bahwa para tukang sihir mempermainkan aqidah umat Islam, di mana mereka menampakkan diri seakan-akan sebagai tabib, ahli hikmah, dokter atau kyai. Sehingga mereka menyesatkan kaum muslimin yang sedang sakit agar menyembelih kambing atau ayam dengan ciri-ciri tertentu yang ditujukan kepada jin. Di antara mereka ada yang menjual isim-isim atau jimat lewat iklan koran atau majalah bahkan melalui televisi.
Sebagian lagi menampakkan diri sebagai pemberi berita tentang perkara-perkara ghaib dan tempat-tempat barang yang hilang. Lalu orang-orang yang bodoh datang bertanya kepadanya tentang barang-barang yang hilang, kemudian memberi kabar tentang keberadaan barang tersebut atau mendatangkannya dengan bantuan syaithan, sebagian mereka menampakkan diri sebagai wali yang memiliki karamah dalam hal-hal yang luar biasa seperti masuk ke dalam api tetapi tidak terbakar, memukul dirinya dengan pedang atau dilindas mobil tetapi tidak apa-apa atau keanehan lain yang hakekat sebenarnya sihir dan perbuatan syaithan yang diperjalankan melalui tangan mereka untuk membuat fitnah di antara manusia. Atau bisa jadi, hanya perkara ilusi yang tidak ada hakekatnya, bahkan hanyalah tipuan halus dan licik yang mereka lakukan di depan pandangan mata seperti perbuatan para tukang sihir Fir’aun dengan menipu tali-tali dan tongkat-tongkat menjadi kalajengking dan ular.

Hukum Mendatangi Tukang Sihir

Adapun mendatangi tukang sihir untuk bertanya kepada mereka merupakan dosa dan kesalahan yang besar yang menjadi penyebab tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam sahihnya dari Shafiyah bahwa Nabi bersabda:

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, lalu menanyakan suatu perkara kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari”.

Dan jika bertanya kepada mereka lalu membenarkan jawabannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Al Hakim dengan sanad yang sahih dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda:

Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu membenarkan apa yang diucapkannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad .

Maraji:
Tafsir Ibnu Katsir.
Hukum Sihir dan Perdukunan – Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Tauhid Ali lis Shaffis Tsalist. As Sihr wa Khatharuhu – Syaikh Muhammad bin Salih Al Ubaid.
Zainal Abidin
Diambil dari Buletin Ar-Risalah Tahun I Edisi 30

Sumber : disini

Hacker Jebol Data Rahasia Jet Tempur Tercanggih AS

Leave a comment

WASHINGTON, Ribuan data rahasia pesawat tempur paling canggih milik AS, F-35 Joint Strike Fighter, telah dibobol hacker selama dua tahun terakhir.

Pembobol berhasil mengacak-acak sistem elektronik pesawat itu melalui komputer-komputer kontraktor Pentagon yang bertugas merancang dan mengembangkan pesawat tersebut. Demikian diungkapkan sejumlah pejabat yang enggan disebutkan namanya karena sensitifnya kasus ini.

Seperti dilaporkan CNN, Rabu (22/4), para hacker juga bisa memasuki sistem kontrol lalu lintas Angkatan Udara AS. Mereka bahkan bisa mendapatkan informasi tentang lokasi penerbangan pesawat militer AS.

Pesawat F-35 Joint Strike Fighter adalah pengembangan F-35 Lightning II. Pesawat baru ini dirancang menjadi pesawat tempur yang bisa digunakan bagi Angkatan Laut, Angkatan Darat, maupun Angkatan Udara. Proyek pembuatan pesawat itu bernilai 300 miliar dollar AS.

Sebagian besar data yang dibobol seputar rancang bangun dan statistik kemampuan pesawat, termasuk sistem elektroniknya. Dengan data itu, pembobol bisa dengan mudah menggunakannya untuk membuat pesawat tandingan.

Sementara itu, The Wall Street Journal menyatakan, hacker mampu menyalin beberapa terabyte data mengenai pesawat termahal itu. Satu terabyte adalah 1.000 gigabyte. “Tak pernah terjadi yang seperti ini,” kata seorang mantan pejabat.

Belum jelas seberapa parah penerobosan tersebut atau siapa sesungguhnya para peretas itu, tapi data paling peka mengenai proyek pesawat tempur dilaporkan disimpan di komputer yang aman dan tak tersambung ke internet.

Wall Street mengutip beberapa mantan pejabat AS yang tak disebutkan jati diri mereka dan mengatakan serangan itu “tampaknya berasal di China”. Satu laporan belum lama ini dari Pentagon menyatakan, militer China telah membuat “kemajuan pasti” dalam pengembangan teknik bagi peningkatan perang online sebagai bagian dari upaya mengimbangi militer yang kurang berkembang.

Awal April, China membantah laporan The Wall Street Journal bahwa para peretas China dan Rusia telah berusaha mengirim virus ke dalam instalasi listrik AS.

Sumber: DISINI

Emansipasi, Adakah Dalam Islam?

Leave a comment

Emansipasi, Adakah Dalam Islam?

Wanita muslimah merupakan bagian terbesar dari komunitas masyarakat
secara umum. Apabila mereka baik, niscaya masyarakat pun akan menjadi
baik. sebaliknya, apabila mereka rusak, masyarakat pun akan rusak.
Sungguh, apabila mereka benar-benar memahami agama, hukum dan syari’at
Alloh, niscaya mereka akan mampu melahirkan generasi-generasi baru
yang tangguh dan berguna bagi umat seluruhnya.

Di tengah perhelatan dunia Islam sekarang ini, kita merasakan alangkah
banyaknya kekuatan yang hendak menarik, sekaligus mengeluarkan wanita
dari agama dan syari’at NabiNya ke jalan yang amat jauh dari jalan
yang diridhai Alloh, diantaranya adalah derasnya suara seruan kebebasan
wanita yang mendapatkan sambutan memuaskan dari kalangan orang-orang
yang memang berfikiran tak karuan.

Para penyeru kebebasan wanita belakangan ini, bertambah gencar dan
lancar, dengan berusaha sekuat tenaga menodai kehormatan dan kedudukan
para wanita, berbagai ucapan dan slogan-sloganpun dengan entengnya
keluar dari mulut mereka. Semua itu pada intinya adalah untuk menyeret
wanita agar supaya mempunyai kedudukan setara dengan kaum laki-laki,
agar wanita meninggalkan serta menanggalkan busana (jilbab) muslimahnya,
agar wanita bekerja di sektor-sektor pekerjaan kaum laki-laki, agar
wanita berhias secantik mungkin agar bertambah ayu, supel, feminim,
menawan bagi kaum laki-laki ketika keluar dari tempat tinggalnya.
Dan berbagaia seruan-seruan lainnya yang pada lahirnya terlihat manis
dan menggiurkan, namun pada hakekatnya pahit dan menghancurkan!

Langkah-langkah penjerumusan dan penyesatan seperti di atas bertambah
deras lajunya dengan terbentangnya berbagai sarana informasi yang
tidak lagi mengenal batasan. Akhirnya, melalui sarana informasi itulah,
kaum wanita sangat mudah diekspose bahkan dikomersialkan. Lihatlah
hampir tidak ada satu iklanpun dimedia elektronik maupun media cetak
yang tidak menampilkan wanita, bahkan sesuatu yang dulunya sangat
tabu dibicarakan, kini menjadi tontonan dan sarapan harian. Jelas,
semua ini merupakan bentuk pelecehan bagi wanita. Tapi anehnya, kenapa
amat langka sekali wanita yang membencinya, bahkan banyak sekali dukungan
dan persetujuan dari mereka?!

Benarlah sabda Nabi Muhammad:

Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki
daripada fitnah kaum wanita. (1)

Sebenarnya hal semacam ini tidak akan pernah terjadi bilamana para
wanita berpegang teguh dengan jalan yang digariskan Alloh sejak ribuan
tahun yang lalu yaitu sebuah solusi yang mencakup seluruh segi kehidupan
wanita yang akan membawa kaum wanita ke tempat terhormat dan terhindar
dari berbagai jurang kehinaan.

1.  Makna Emansipasi Wanita

Emansipasi berasal dari bahasa latin “emancipatio”
yang artinya pembebasan dari tangan kekuasaan. Di zaman Romawi dulu,
membebaskan seorang anak yang belum dewasa dari kekuasaan orang tua,
sama halnya dengan mengangkat hak dan derajatnya.

Adapun makna emansipasi wanita adalah perjuangan sejak abad ke-14
M. dalam rangka memperoleh persamaan hak dan kebebasan seperti hak
kaum laki-laki. (2)

Jadi para penyeru emansipasi wanita menginginkan agar para wanita
disejajarkan dengan kaum pria disegala bidang kehidupan, baik dalam
pendidikan, pekerjaan, perekonomian maupun dalam pemerintahan.

2 Emansipasi Wanita Dalam Bidang Pendidikan

Mereka menyerukan agar para wanita menuntut ilmu di bangku-bangku
sekolah hingga perguruan tinggi sejajar dengan pria, sekalipun harus
mengorbankan nilai-nilai agamanya. seperti ikhtilath (campur baur
dengan laki-laki), bepergian tanpa mahram, pergaulan bebas tanpa batas,
bersikap toleran terhadap kemungkaran yang ada di depan mata, yang
penting bisa mendapat ijazah yang diidamkan atau berbagai gelar yang
dicita-citakan.

3.  Emansipasi Wanita Dalam Bidang Pekerjaan

Setelah kaum wanita lulus dalam pendidikan formal, maka tibalah gilirannya
tuntutan untuk bekerja, tidak mau kalah dengan kaum laki-laki, maka
merekapun memasuki sektor-sektor pekerjan kaum laki-laki, bercampur
baur dengan mereka yang sudah pasti hal ini akan menimbulkan berbagai
dampak negatif. antara lain:

  1. Timbulnya pengangguran bagi kaum pria, sebab lapangan pekerjaan telah dibanjiri oleh kebanyakan kaum wanita.
  2. Pecahnya keharmonisan rumah tangga, sebab sang ibu lalai dengan tugas-tugas utamanya dalam rumah, seperti, memasak, mencuci, membersihkan rumah,  melayani suami dan anggota keluarga. Akibatnya, rumah tanggapun berantakan  tak terurus.
  3. Keadaan perkembangan anak menjadi kurang terkontrol, lantaran ayah dan ibu sibuk bekerja di luar rumah. Dari celah inilah, akhirnya muncul dengan subur kenakalan anak-anak dan remaja-remaji.
  4. Terjadinya percekcokkan dan perseteruan antara suami-istri. dikarenakan ketika suami menuntut pelayanan dari sang istri dengan sebaik-baiknya,  si istri merasa capek dan lelah, lantaran seharian bekerja di luar rumah.
  5. Terjadinya perselingkuhan. Karena ditempat kerja tersebut, tidak ada lagi larangan bercampur antar lain jenis, dandanan yang menggoda lawan jenisnya dan selainnya dari malapetaka yang hanya Allohlah Maha mengetahuinya.

Semoga Alloh memberi petunjuk kepada kita semua. Semestinya, kaum
wanita hendaknya menjadikan rumahnya seperti istananya, karena memang
itulah (rumah) medan kerja mereka. Alloh berfirman:

“Hendaklah kaum wanita (wanita muslimah), tetap di rumahmu
dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku seperti orang -orang
jahiliyah dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Rasulullah bersabda:
Dan wanita adalah penanggung jawab di dalam rumah suaminya ia akan
di minta pertanggung jawabannya atas tugasnya. (3)

Pada hakekatnya, Alloh tidaklah membebani kaum wanita untuk bekerja
mencari nafkah keluarga, karena itu merupakan kewajiban kaum laki-laki.
Alloh berfirman:

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan
cara yang ma’ruf (baik). (QS. Al-Baqarah: 233)

Jadi, seorang istri merupakan tanggungan suami, begitu juga seorang
putri, tanggungan orang tua. Karenanya, apabila seorang wanita muslimah
memaksakan dirinya untuk bekerja menjadi wanita karir -misalnya-,
maka pada hakekatnya dia telah merusak citra dirinya sendiri, karena
bagaimanpun juga, wanita tidak bakalan sanggup menandingi kaum pria
dalam segala pekerjaan lantaran beberapa kelemahan yang ada pada diri
wanita, seperti, kekuatan fisik yang lemah, mengalami haidh, hamil,
melahirkan, nifas, menyusui, mengasuh anak, sehingga mereka tidak
punya waktu penuh dan tenaga ekstra kuat yang mampu mengimbangi kaum
laki-laki.

4.  Emansipasi Kaum Wanita Di Bidang Perekonomian

Telah dijelaskan di atas, bahwa mayoritas wanita zaman sekarang ini,
begitu mudah tergiur dan terbujuk dengan slogan emansipasi ini, sehingga
mereka beramai-ramai berusaha mencari tambahan pemasukan guna meningkatkan taraf hidup mereka, sekalipun harus melanggar syari’at, seperti bekerja membungakan uang pinjaman, padahal ini termasuk riba.

Alloh berfirman:

“Alloh menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”
(QS. Al Baqarah: 275)

Firman-Nya pula:

Alloh memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. (QS. Al-Baqarah:
176)

Atau bekerja menawarkan produk-produk tertentu dengan menampilkan
dan memamerkan kecantikannya walau harus membuka auratnya. Padahal
Rosulullah Muhammad bersabda:

“Wanita itu adalah aurat.” (4)

Adapun yang di maksud aurat wanita muslimah dalam hadits ini adalah
semua anggota tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan (menurut
sebagian ulama’).

5.  Emansipasi Wanita Dalam Bidang Pemerintahan

Hal ini terjadi dengan antusiasnya kaum hawa untuk terjun dalam arena
kancah politik. Padahal anggotanya (yang di pimpinnya) mayoritas terdiri
dari kaum laki-laki. Seperti ini banyak kita saksikan di sekolah-sekolah,
kantor-kantor, lembaga-lembaga, istansi, maupun di berbagai sektor
pekerjaan. Hal ini sangat bertentangan dengan firman Alloh:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Alloh
telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain
(wanita). (QS. An Nisa’: 34)

Firman-Nya pula:

Dan orang laki -laki tidaklah sama seperti orang perempuan. (QS.
Al imron: 36)

Inilah beberapa dalil Al Qur’an dan Sunnah yang menjadi hujjah dan
bantahan atas para penyeru slogan emansipasi kaum wanita, semoga Alloh
menjaga kaum muslimin semuanya dari tipudaya musuh-musuh-Nya, sesungguhnya
Alloh Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
________________________________________
Footnote
(1) Muttafaqun alaihi.
(2) Lihat “Kamus ilmiyah Populer” hal.74-75.
(3) HR. Buhkari Muslim.
(4) HR. Tirmidzi dan berkata hasan shohih.

sumber : Jilbab.or.id

GOLPUT, DEMOKRASI DAN KESEJAHTERAAN

Leave a comment

GOLPUT, DEMOKRASI DAN KESEJAHTERAAN

Perdebatan di seputar fatwa haramnya golput oleh MUI beberapa waktu lalu tampaknya masih belum mereda. Pasalnya, MUI sendiri—juga mereka yang berkepentingan terhadap suksesnya Pemilu 2009—seperti melupakan alasan utama di balik kemungkinan maraknya golput pada Pemilu 2009 nanti.

Di luar alasan teknis Pemilu—seperti tidak terdatanya sejumlah calon pemilih—setidaknya ada dua alasan mengapa sebagian masyarakat memilih golput. Pertama: alasan ekonomi. Intinya, sebagian kalangan yang memilih golput sudah semakin sadar, bahwa Pemilu, termasuk Pilkada, tidak menjanjikan kesejahteraan apapun bagi rakyat. Bagi mereka, selama ini terpilihnya para wakil rakyat, kepala daerah, atau presiden dan wakil presiden yang serba baru tidak membawa perubahaan apa-apa yang bisa sedikit saja meningkatkan kesejahteraan rakyat. Padahal, sebagaimana dikatakan pengamat politik J Kristiadi, “Harapan masyarakat sebenarnya sederhana. Begitu mereka nyoblos atau mencontreng, kesejahteraan mereka bisa menjadi lebih baik dengan pemerintahan terpilih. Kenyataannya, ada ruang yang sangat luas dan terkadang manipulatif (menipu, red.) antara Pemilu dan kesejahteraan itu.” (Kompas, 2/2/2009).

Kedua: alasan ideologis. Bagi calon pemilih yang golput dengan alasan ini, Pemilu (baca: demokrasi) tidak akan pernah menjanjikan perubahan apapun. Pasalnya, demokrasi hanya semakin mengokohkan sekularisme. Padahal sekularismelah yang selama ini menjadi biang dari segala krisis yang terjadi. Sekularisme sendiri adalah sebuah keyakinan dasar (akidah) yang menyingkirkan peran agama dari kehidupan. Dalam konteks Indonesia yang mayoritas Muslim, sekularisme telah nyata menjauhkan syariah Islam untuk mengatur segala aspek kehidupan masyarakat (ekonomi, politik, pendidikan, peradilan, sosial, dll).

Padahal mayoritas rakyat Indonesia yang Muslim sesungguhnya menyetujui penerapan syariah Islam itu di negeri ini. Hal ini sudah dibuktikan oleh berbagai survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei seperti PPIM UIN Syarif Hidayatullah (2001), Majalah Tempo (2002). Roy Morgan Research (2008), SEM Institute (2008), LSM Setara (2008), dll yang rata-rata menunjukkan bahwa 70-80% masyarakat Indonesia setuju dengan penerapan syariah Islam dalam negara (Lihat kembali: Al-Islam, Edisi 434/XII/08). Dalam hal ini, pengamat politik Bima Arya mengatakan, adanya survey yang menyebutkan mayoritas masyarakat di Indonesia mendukung syariah memang cukup masuk akal. “Itu terjadi karena adanya kejenuhan dari masyarakat terhadap sistem yang ada,” ujarnya (Eramuslim, 19/12/08).

Pertanyaannya, jika mayoritas masyarakat saat ini pro-syariah, lalu mengapa partai-partai Islam tetap kalah dari partai-partai sekular pada Pemilu 2004 lalu dan kemungkinan juga pada Pemilu 2009 nanti? Jawabannya, karena boleh jadi mereka melihat tidak adanya satu partai Islam pun yang sungguh-sungguh memperjuangkan penerapan syariah Islam di Indonesia. Barangkali, karena itulah, di antara mereka yang pro syariah ini lebih memilih golput.

Walhasil, kenyataan inilah yang seharusnya dipahami oleh MUI terlebih dulu—juga oleh para tokoh, ulama, politikus, ormas, dan terutama parpol peserta Pemilu—yang menolak golput.

Lebih dari sekadar keinginan mayoritas umat Islam di atas, penegakkan syariah Islam secara kâffah dalam negara tentu merupakan kewajiban dari Allah SWT yang dibebankan kepada kaum Muslim. Kewajiban inilah yang sesungguhnya lebih layak difatwakan oleh MUI dan tentu selaras dengan fatwa MUI tahun 2005 yang telah memfatwakan haramnya sekularisme.

Demokrasi: Memiskinkan Rakyat

Kondisi masyarakat yang miskin alias tidak sejahtera jelas dialami oleh sebagian rakyat Indonesia saat ini. Padahal semua orang tahu, Indonesia adalah negeri yang kaya-raya. Seluruh jenis barang tambang nyaris ada di Indonesia. Minyak bumi, gas, batubara, emas, tembaga dan beberapa yang lain bahkan ada di negeri ini dengan kadar yang melimpah. Kekayaan laut Indonesia berupa ikan dan hasil-hasil laut lainnya juga luar biasa. Indonesia pun memiliki areal hutan tropis yang sangat luas. Dengan semua kekayaan alam yang melimpah-ruah itu, rakyat Indonesia seharusnya makmur dan sejahtera, dan tidak ada yang miskin.

Namun, akibat diterapkannya sistem ekonomi kapitalis sejak negara ini merdeka, sebagian besar kekayaan alam yang melimpah-ruah itu hanya dinikmati oleh segelintir orang, yang sebagian besarnya bahkan pihak asing. Contoh kecil: Di Bumi Papua, kekayaan tambang emasnya setiap tahun menghasilkan uang sebesar Rp 40 triliun. Sayangnya, kekayaan tersebut 90%-nya dinikmati perusahaan asing (PT Freeport) yang sudah lebih dari 40 tahun menguasai tambang ini. Wajarlah jika gaji seorang CEO PT Freeport Indonesia mencapai sekitar Rp 432 miliar pertahun (=Rp 36 miliar perbulan atau rata-rata Rp 1.4 miliar perhari). Padahal, rakyat Papua sendiri hingga saat ini hanya berpenghasilan Rp 2 juta saja pertahun (=Rp 167 ribu perbulan). Pemerintah Indonesia pun hanya mendapatkan royalti dan pajak yang tak seberapa dari penghasilan PT Freeport yang luar biasa itu (Jatam.org, 30/3/07).

Di Kaltim, batubara diproduksi sebanyak 52 juta meter kubik pertahun; emas 16.8 ton pertahun; perak 14 ton pertahun; gas alam 1.650 miliar meter kubik pertahun (2005); minyak bumi 79.7 juta barel pertahun, dengan sisa cadangan masih sekitar 1.3 miliar barel. Namun, dari sekitar 2.5 juta penduduk Kaltim, sekitar 313.040 orang (12.4 persen) tergolong miskin.

Di Aceh, cadangan gasnya mencapai 17.1 tiliun kaki kubik. Hingga tahun 2002, sudah 70 persen cadangan gas di wilayah ini dikuras oleh PT Arun LNG dengan operator PT ExxonMobile Oil yang sudah berdiri sejak 1978, Namun, Aceh menempati urutan ke-4 sebagai daerah termiskin di Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya sekitar 28.5 persen.

Itulah secuil fakta ironis di negeri ini, yang puluhan tahun menerapkan demokrasi, bahkan terakhir disebut-sebut sebagai salah satu negara paling demokratis di dunia.

Ironi ini sebetulnya mudah dipahami karena watak demokrasi di manapun, termasuk di negeri ini, secara faktual selalu berpihak kepada para kapitalis/pemilik modal. Demokrasi di negeri ini, misalnya, telah melahirkan banyak UU dan peraturan yang lebih berpihak kepada konglomerat, termasuk asing. Di antaranya adalah melalui kebijakan swastanisasi dan privatisasi. Kebijakan ini dilegalkan oleh UU yang notabene produk DPR atau oleh Peraturan Pemerintah yang dibuat oleh Presiden sebagai pemegang amanah rakyat. UU dan peraturan tersebut memungkinkan pihak swasta terlibat dalam pengelolaan (baca: penguasaan) kekayaan milik rakyat. Sejak tahun 60-an Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan UU Penanaman Modal Dalam Negeri (UU No. 6/1968). UU ini memberikan peluang kepada perusahaan swasta untuk menguasai 49 persen saham di sektor-sektor milik publik, termasuk BUMN. Tahun 90-an Pemerintah kemudian mengeluarkan PP No. 20/1994. Isinya antara lain ketentuan bahwa investor asing boleh menguasai modal di sektor-sektor milik publik, termasuk BUMN, hingga 95 persen.

Secara tidak langsung demokrasi juga sering menjadi pintu bagi masuknya intervensi para pemilik modal, bahkan para kapitalis asing. Lahirnya UUD amandemen 2002 adalah kran awal dari intervensi asing dalam perundang-undangan. Ditengarai ada dana asing USD 4,4 miliar dari AS untuk mendanai proyek di atas. Hasilnya, lahirlah UU Migas, UU Listrik dan UU Sumber Daya Air (SDA) yang sarat dengan kepentingan asing. Dampaknya, tentu saja adalah semakin leluasanya pihak asing untuk merampok sumber-sumber kekayaan alam negeri ini, yang notabene milik rakyat. Dampak lanjutannya, rakyat bakal semakin merana, karena hanya menjadi pihak yang selalu dikorbankan; hanya menjadi ‘tumbal’ demokrasi, yang ironisnya selalu mengatasnamakan rakyat.

Rakyat Sejahtera Hanya dengan Syariah Islam

Dengan sedikit paparan di atas, jelas bahwa jika memang semua kalangan menghendaki terwujudnya kesejahteraan rakyat—sebagaimana yang juga sering dijanjikan oleh para caleg dan elit parpol setiap kali kampanye menjelang Pemilu—maka tidak ada cara lain kecuali seluruh komponen bangsa ini harus berani mencampakkan sekularisme, yang menjadi dasar dari sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi kapitalis yang terbukti gagal mensejahterakan rakyat. Selanjutnya, seluruh komponen bangsa ini harus segera menerapkan syariah Islam secara kâffah dalam negara; baik dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, peradilan, sosial, keamanan dan pertahanan, dll. Yakinlah, hanya dalam negara yang menerapkan syariah secara kâffah-lah—yang dalam sistem politik Islam disebut dengan sistem Khilafah—kesejahteraan rakyat bakal benar-benar terwujud.

Bukti historis menunjukkan, sistem syariah telah mampu menciptakan kesejahteraan bagi jutaan manusia pada setiap kurun Kekhilafahan Islam pada masa lalu selama berabad-abad, tanpa pernah mengenal kata krisis.

Pada masa Kekhilafahan Umar bin al-Khaththab ra. (13-23 H/634-644 M), misalnya, hanya dalam 10 tahun masa pemerintahannya, kesejahteraan rakyat merata ke segenap penjuru negeri. Pada masanya, di Yaman, misalnya, Muadz bin Jabal sampai kesulitan menemukan seorang miskin pun yang layak diberi zakat (Al-Qaradhawi, 1995).

Pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz (99-102 H/818-820 M), hanya dalam 3 tahun umat Islam terus mengenangnya sebagai khalifah yang berhasil menyejahterakan rakyat. Yahya bin Said, seorang petugas zakat masa itu, berkata, “Saya pernah diutus Umar bin Abdul Aziz untuk memungut zakat ke Afrika. Setelah memungutnya, saya bermaksud memberikannya kepada orang-orang miskin. Namun, saya tidak menjumpai seorang miskin pun. Umar bin Abdul Aziz telah menjadikan setiap individu rakyat pada waktu itu berkecukupan.” (Ibnu Abdil Hakam, Sîrah ‘Umar bin Abdul ‘Azîz, hlm. 59).

Pada masanya pula, kemakmuran tidak hanya ada di Afrika, tetapi juga merata di seluruh penjuru wilayah Khilafah Islam, seperti Irak dan Bashrah (Abu Ubaid, Al-Amwâl, hlm. 256).

Mahabenar Allah Yang berfirman: “Seandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa, Kami pasti akan membukakan pintu keberkahan bagi mereka dari langit dan bumi” (QS al-A’raf [7]: 96) Muslimdaily.net

Artikel eBook seputar demokrasi :
Fatwa Seputar Demokrasi dan Pemilu
Syubhat-syubhat Sekitar Masalah Demokrasi dan Pemunggutan Suara

Terkuaknya Israel Sebagai Dalang Serangan 11 September

Leave a comment

Terkuaknya Israel Sebagai Dalang Serangan 11 September

American Free Press, sebagaimana dikutip oleh Press TV, menyatakan bahwa Ziad Al Jarrah, salah satu tersangka yang dicurigai dalam aksi terorisme tersebut, diketahui merupakan salah satu agen Israel, Mossad.

Penemuan lainnya oleh New York Times, juga membeberkan bahwa saudara Ziad, Ali Al Jarrah, yang memiliki kewarganegaraan Lebanon, juga dicurigai bergabung dalam badan mata-mata Israel selama 20 tahun terakhir.

“Penemuan lainnya mengenai tragedi 11 September tersebut, juga mendapati bahwa sepupu Jarrah terlibat langsung sebagai satu dari 19 pembajak kapal yang menabrakkannya ke menara kembar WTC dan Pentagon,” tambah New York Times.

Penemuan ini memicu spekulasi bahwa, pihak agen Israel memang sengaja mendapatkan anggota dari kelompok muslim Arab, untuk menutupi rencana jahatnya tersebut.

Sebelumnya, Perdana Menteri Italia Francesco Cossiga juga pernah menyampaikan pendapatnya bahwa tindak terorisme 11 September tersebut di dalangi oleh CIA dan Mossad.

“Badan intelijen Amerika dan Eropa sebenarnya telah mengetahui bahwa otak di balik tragedi 9/11 tersebut adalah CIA dan Mossad, dan keduanya lalu mempengaruhi negara-negara lain dengan menuding bangsa Arab sebagai pelakunya,” kata Cossiga, sebagaimana dikutip oleh media Corriere della Serra.

Cossige menegaskan pendapatnya dengan argumen dari laporan bahwa dua jam sebelum tragedi 9/11 tersebut terjadi, para karyawan perusahaan telekomunikasi Israel, Odigo, yang berjarak blok dari WTC, diperintahkan untuk segera meninggalkan gedung perusahaan tersebut.
Temuan ini bukan kali pertama. Sebab, sebulan peristiwa ini terjadi sudah pernah ditemukan bukti adanya sekitar 4000 orang-orang Yahudi yang telah menerima pengumuman akan adanya peledakan di gedung WTC.

46. Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar[791] padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.

——————————                                                                                                                                                                                                                              [791]. Maksudnya: orang-orang kafir itu membuat rencana jahat untuk mematahkan kebenaran Islam dan mereka berusaha menegakkan kebathilan, tetapi mereka itu tidak menyadari bahwa makar (rencana jahat)mereka itu digagalkan oleh Allah SWT.

[muslimdaily.net/syf/hidayatullah]